(UN)IMPORTANT FANTASY
Hari Jumat, minggu lalu waktu pelajaran PJOK, para ranger 12 IPA berkoloni di pinggir lapangan basket. Pada waktu itu r angers (sebutan yg aku kasi buat para cewek di kelasku, anggotanya hanya 8 orang) 12 IPA habis main basket. Entah mengapa permainan basket waktu itu mengundang tawa yg berlebihan sampai perutku mules. Aku pikir selesai basket tawa yg ada akan berangsur hilang dengan sendirinya. Tapi aku salah. Seseorang memulai cerita, lebih tepatnya berandai-andai, aku lupa siapa yg mulai duluan khayalan tersebut. Isi khayalannya itu berhubungan dengan cita-cita setiap dari kami. Dalam khayalan itu kami berandai sedang berada si sebuah pesawat. Kemudian situasi pesawat mulai kalang kabut menuju kebinasaan. Suasana pesawat mulai tidak bisa dikendalikan. Kami rangers 12 IPA yg lagi ada di sana dengan berbagai macam profesi mulai beraksi. Angelica sebagai dokter mengobati para penumpang yg terluka, salah satu penumpang yg dia obati adalah Vilia (aku). Aku nggak yakin orang ...