Posts

Langkah-Langkah Sederhana untuk Melawan Korupsi

Image
sumber foto: nairaland.com Hai! Aku mau publikasiin esai yang sudah pernah aku buat untuk tugas mata kuliah English for Journalism di semester 7 tahun 2020. Esai aslinya berjudul " A Simple Act to Fight Corruption " isinya memang berbahasa inggris karena kebutuhan tugas yang mengharuskan begitu, tapi yang akan aku publikasikan berbahasa Indonesia dengan sedikit suntingan. Tujuan esai ini aku publikasiin yaitu sebagai tambahan informasi tentang korupsi yang telah membudaya di Indonesia dan untuk apa kita sebagai anak muda harus peduli dengan isu tersebut.  Korupsi merupakan tindakan penyalahgunaan kewenangan atau jabatan yang dapat merugikan negara atau pihak lain. Dilansir dari liputan6.com pada Minggu (6/12) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Juliari Batubara, Menteri Sosial Republik Indonesia sebagai tersangka kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19. Bahkan dalam keadaan sulit seperti Covid-19, masih ada pejabat negara yang tega melakukan tindak korupsi.

"Kiri, Pak" [PART.2]

Image
Ini potret pribadi saat aku naik angkot tahun lalu sumber foto: galeri pribadi    Drama naik angkot selanjutnya bersama teman-teman satu sekolah adalah naik angkot dengan pelajar beda sekolah. Asli, dulu itu kalau penumpang di belakang isinya 50% anak sekolahku dan 50% sekolah lain, yang akan terjadi yaitu saling bergunjing dan tak jarang anak-anak sekolah lain menatap sinis ke arah kami. Tatapan sinis itu dilemparkan karena rok sekolah kami pendek. Di jaman itu, eh nggak tahu lagi ya kalau sekarang masih kayak gitu, pelajar di seluruh SMP-SMA negeri dan beberapa swasta menggunakan rok panjang saat sekolah, sedangkan kami swasta lainnya menggunakan rok dan celana pendek. Menurutku nggak pendek-pendek banget sih, apalagi murid baru biasanya roknya sedengkul. Perilaku anak-anak sekolah lain itu dibales temen-temenku yang super jail dengan cara plesetin nama sekolah mereka atau ngejelekin fasilitas sekolah mereka. Astaga, kalau inget itu nggak berhenti ngakak, bocah banget woi. Selain s

"Kiri, Pak!" [PART.1]

Image
  sumber foto: portalsidoarjo Hari ini aku mau cerita tentang cinta pertamaku. Kayaknya kalian bisa nebak deh. Clue nya bisa dinaikin. Apa? Masih belum paham juga? Oke satu clue t erakhir deh, warna-warni dan kadang ada angkanya! Apa pembaca? Ayo serukan dalam hatimu lebih keras! Iya bener, cinta pertamaku adalah transportasi umum yang bernama ANGKOT! Walaupun sempet banyak berita tentang kriminalitas di dalam angkot, aku tetep suka naik angkot. Makasih udah mau berimajinasi tanya-jawab singkat bareng aku wkwkwk. Pertama kali naik angkot sendiri itu pas Masa Orientasi Sekolah (MOS) SMP, berarti sekitar tahun 2011. Nah, awal MOS, mama kan nganterin aku tuh, lalu mamaku survei transportasi umum yang bisa diakses sampai Sidoarjo. Hal itu dilakuin karena peraturannya anak SMP nggak boleh bawa kendaraan sendiri, ya iyalah belum punya SIM dan juga jarak antara rumahku dan sekolah lumayan jauh. Dapetlah angkot! Mamaku nyaranin aku buat naik angkot dan turun di persimpangan jalan Embong Mala

JANGAN PUNYA ANAK DULU KALAU?

Image
Pixabay.com/ Pexels Pagi ini aku bangun seperti biasa, tetapi ketika masih berusaha mengumpulkan nyawa, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar kosan. Mata yang masih pliket langsung terbelalak. Aku pikir gempa, ternyata ada seorang Ibu sedang mengajari anaknya   belajar. Kuintip sedikit kondisi di luar dari balik pintu kamar. Sang Ibu duduk di atas kursi dan anaknya ada di   bawah berkutat dengan LKS di tangannya. Aku berusaha menyimak sang Ibu yang terus menerus mengajari anaknya dengan suara toanya. Sang Ibu mendikte jawaban untuk si anak. Si anak menyalin perkataan si Ibu sambil menulis. Aku menggeleng-gelengkan kepala, nggak habis pikir. Bukan kali pertama aku menemukan si Ibu teriak-teriak, nggak tahu perkara apa yang sedang diurus sampai harus teriak-teriak, atau memang si Ibu bersuara keras? Masih belum bersih dari pencemaran suara sebelumnya, aku malah dikejutkan kembali dengan suara si Ibu yang menggelegar. Haduh, batinku sambat . Kali ini ia memarahi anaknya karena ka

Selamat Berlelah

Image
Kata orang “jangan lelah! Baru gini aja kok.” Kata orang “apaan sih dikit-dikit capek, jompo lu?” Kata orang “nggak ngapa-ngapain aja kok capek sih” Lelah. Satu kata yang membuat orang seakan-akan telihat lemah. Padahal lelah memiliki arti yang lebih luas dan dalam dari sekadar kata sifat. Berusaha memahami orang yang kelelahan ternyata bukan hal yang mudah. Kalian harus berbincang langsung dengan air matanya. Kalian harus merelakan mereka merobek topeng yang mereka kenakan. Kalian harus merelakan logika kalian terjeda sejenak. Kalian harus merelakan hati kalian dan ia yang sedang kalian pahami robek bersama. Kalian harus rela, saya sudah dan sedang melaluinya. Kali ini izinkan saya tidak berkutat dengan data atau hal-hal yang bisa memperkuat tulisan ini. Khusus kasus kelelahan hidup, kalian harus merasakannya karena pengalaman setiap orang berbeda-beda. Kelelahan hidup membuat orang enggan untuk hidup. Bagi orang-orang yang merasa kelelahan dalam hidup, definisi hi

DUA IKAN

Image
Pixabay.com/Cdd20 Kuselami perairan Gelembung air berkumpulan Menyergap kepingan perasaan Kutemui dua sandera Kudapati mata mereka bersuara Kumengenyak segala biota Berusaha menangkap data Dari suara yang tak berkata Kutemukan luka di sekujur tubuh penjaga Bengkak dan melepuh tak terhingga Ternyata ikan singa melempar racun tak terduga Ikan singa mengumpat Ia merindukan kebebasan yang tak pernah ia dapat Ia merindukan jelajah laut tanpa sirip berat Berat karena ukiran angan induk yang melampaui darat Pun ihwalnya si ikan buntal Kesedihannya tak pernah terpental Kian hari kian terpintal Ini elegi kehidupan terkental! Bolehkah ia hanya berenang? Tanpa beban yang menggenang? Mengapa ia harus terserampang?   Kebebasannya tersangkut di karang! Aku menyengkak Kedua insang ikan itu nyaris terkoyak Dua ikan berusaha berteriak Kepada nasib yang terus beriak

New normal Dicetuskan, Masyarakat Sudah Disiapkan?

Image
Pixabay.com/Geralt Apa kabar masyarakat Indonesia? Bagaimana perasaan tentang “ New normal” alias kelaziman baru yang akan berlangsung? Semoga kadar senang tidak melebihi kadar kewaspadaan ya. Maraknya wacana New normal yang ada di masyarakat cukup membuat saya gelisah. Gelisah menghadapi kenormalan semu di tengah ketidaknormalan implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di banyak daerah. Namun, alasan ekonomi yang semakin terkulai membuat wacana ini semakin sedap dinilai. Dilansir dari artikel Tirto.id yang berjudul “Bagaimana Skenario New normal Jokowi yang Ditargetkan Pulihkan Ekonomi”, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan syarat reproduction rate (RO) atau daya tular virus SARS-CoV-2 di bawah 1 kepada negara yang akan menuju new normal atau kelaziman baru. Artinya satu penderita tak menularkan ke orang lain. Sedangkan angka RO di Indonesia mencapai 2,5 yang berarti seorang penderita covid  menularkan 2,5 oran