Posts

Songs For My “21” Part 1

Aku sudah tau dari awal Rasa takut masih ku genggam nyaman Cinta dan jenisnya seperti seram Kupelajari sedari kecil Dan dari situ Cara pandangku melihat cinta berwarna keruh Seperti bertaruh apa kau dan aku Akan jadi sama seperti itu Aku punya harapan untuk kita Yang masih kecil di mata semua Walau takut kadang menyebalkan Tapi sepanjang hidupkan ku habiskan Walau tak terdengar masuk akal Bagi mereka yang tak percaya Tapi kita punya kita Yang akan melawan dunia -Taruh, Nadin Amizah Di atas merupakan penggalan verse kedua- chorus dari lagunya Nadin berjudul Taruh. Sedikit cerita tentang lagu tersebut, lagu tersebut merupakan satu dari Sembilan lagu dari album “Selamat Ulang Tahun” oleh Nadin yang dirilis di youtube pada hari ulang tahunnya. Setiap lagu yang diciptakan Nadin dalam album tersebut memiliki pesan spesifik bagi setiap orang yang ada di dalam hidupnya. Aku membaca setiap pesan yang ia tulis bagi orang-orang yang dituju Nadin pada setiap lagu, tapi lagu yang bener-be...

1717

Image
Hiking//mendaki gunung= 80% seru, 10% capek, 10% campur aduk. Maafkan statistika abal-abalku. Kami (aku dan teman-teman) sudah merencanakan untuk mendaki Gunung Batur. Tidak ada ritual yang merepotkan. Untuk pemula sepertiku, aku menyiapkan banyak hal walaupun ada beberapa hal yang terlupa.  Keberangkatan dimulai dari Denpasar. Kami berangkat dari Denpasar menuju Ubud jam 10 malem, karena nungguin temen-temen yang lain selesai latihan untuk pelayanan. Sampai di Ubud sekitar jam 12 dini hari. Jalanan yang sepi menjadi pemandangan menakjubkan malam itu, selama ini bosan melihat kendaraan yang membuncah di jalan.  Di Ubud, kami singgah di kosan Acun dan Naomi. Berleha-leha sejenak sambil mengumpulkan segala niat untuk mendaki. Ada yang mengabadikan momen, memejamkan mata (mau tidur tapi ga bisa weeee), cekikikan ga jelas, buang air kecil, buang air besar, buang kebodohan, dan sebagainya. Jam 1 dini hari kami berangkat menuju Batur. Kami berangkat dengan formasi u...

Go Ahead Not A Hate!

Image
source: getliterary.com It’s not that hard to feel grateful nowadays if only you saw things from different points of view. It’s not that hard to be happy nowadays if only you weren't so focused on your failures. It’s not that hard to stay calm nowadays if only you weren’t focused to pursue what seems so far but what already available for now. It’s not that hard to go ahead when the circumstances become uncomfortable when you train your heart not spread hate, but love whatever the circumstances. Bosen banget ya membaca berita di berbagai media? Isinya kalo nggak perkembangan covid- 19 yang kian memburuk, ya masyarakat yang sesuka udelnya melanggar PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Rasa ingin ngehujat udah membuncah banget di hati dan rasanya pengen muntahin semua itu lewat bibir, jari, atau tatapan mata ke orang-orang. Sejak covid ini muncul dan perlahan mengubah banyak hal dalam hidup manusia,  aku juga ikut berubah (soalnya aku masih manusia). Aku...

Hal yang Baru Aku Sadari di Umur 20: Cara Air

Image
sedang menatap air wkwkwk Helaw bloggies , kalo orang-orang pada kangen keluar, aku malah kangen banget nulis blog :’) oh iya semoga kalian yang ngebaca ini sehat senantiasa ya! Jangan lupa terapin instruksi pemerintah yang baik buat hidupmu. Jangan ngeyel please? Selama hidup kita selalu menemukan hal yang mengejutkan. Tentu saja dari pengalaman yang ada kita jadi bisa banyak belajar hal baru,  yang bisa mempengaruhi kehidupan,  misalnya memperbaiki hal yang berulang kali terjadi, atau mempertahankan sebuah nilai yang dipegang. Ini dia kejutan yang baru aku sadari yaitu menerapkan cara air! Apaan tuh cara air? Nah, temuin di bawah J Aku suka mengobservasi banyak hal. Ketika melihat sesuatu aku lebih banyak diam dan mengobservasi terlebih dahulu. Ini kenapa? Maksudnya apa? Dia siapa? Ya gitu deh. Setelah bercakap dengan otakku sendiri, egoku pun bergerak ingin mencecar apa yang menurutku salah dan rasanya pengen cepet-cepet nyelesaiin banyak hal dalam satu waktu...

MENGAPA JANGAN?

Image
Jatuh, jangan? Terbang, jangan? Lumpuh, jangan? Jangan jatuh! Jangan terbang! Jangan lumpuh! Bintang mengundang bulan-bulan Merajut suka para tuan Tirai rambutnya terbuka kian Butiran  kagum tersimpan Lalat pikat menusuk puan Ia tertunduk lemah, berani tertelan Tuan lipat malu pelan Elegi tak tertahan Jangan jatuh! Aku tak akan riuh! Jangan terbang! Balut dulu sayapmu sayang! Jangan lumpuh! Darahku membeku, bila kau jenuh!

#NGEBATIK: Ga Bergerak? Ya Mengerak!

Helaw! Hari ini aku mau #ngebatik (ngebacot lewat ngetik) santuy biar otakku jadi ringan. Sekadar pengakuan dosa, tadi pagi aku kesiangan bangun jadi ga kuliah gengs. Hehehe. Terus apa yang aku lakuin kalo nggak kuliah? Ya nugas dong, gila rajin banget ga nih untuk ukuran mahasiswi semester 6? Wkwkwk Intinya sebelum aku berangkat kerja di sore hari, aku mengisi waktu dengan nugas dan menghadiri rapat HMPS. Pulang dari kampus, aku naik motor dengan tidak ugal-ugalan karena lagi macet (yuk jangan ditiru yuk :3). Pas di pertigaan mau ke arah kos muacett cett cettt poll yaoloh , ga nguati pak! Aku sebagai anak jalanan ya nyelap-nyeliplah, ga betah banget di jalan coy. Nyampe di tengah-tengah pertigaan pas udah mau belok, aku ngeliat satu orang lagi ngarahin kendaraan. Orang itu bukan polisi. Bukan juga Bang toyib. Orang itu adalah gojek driver. Random banget asli! Yang terlintas di benak aku pas ngeliat bapak itu ngarahin kendaraan biar teratur jalannya adalah "GILA KEREN AB...

Mengagungkan Duka

Image
sumber: pinterest.com/ Suren Nersisyan Aku merayau mengisi hariku. Kulirik Awan dan berkata “hidupmu penuh makna ya, Wan!” Awan menggeleng-geleng malas. “kau juga berteman dekat dengan Matahari, kalian begitu dekat” tambahku. Kulirik Bintang dan berkata “indah sekali dirimu, ladang inspirasi bagi setiap yang memandang!” Bintang menatapku sendu. Ia paham aku tak benar-benar memuji. Kuserap nektar sebagai ganti laparku. Ini dia mata dari segala hari, “kau hebat! Kau dibutuhkan segala makhluk di jagat raya!” Matahari membelalakkan matanya. “Seharusnya Matahari sudah terbiasa akan pujian bukan? Mengapa harus terpana mendengar ucapanku?” Slrpppp . Tanpa kusadari sebuah jaring melilitku.        Matahari, Bintang, dan Awan memandang lurus ke arahku. Kini aku terbingkai oleh kaca dan kayu. Menjadi bahan untuk dipamerkan. Aku tak bisa terbang bebas lagi. Aku tak bisa menyerbuki teman-teman bungaku lagi. Aku tak bisa mengi...